Gw disuruh "pemanasan" dulu sebelum Kerinci. Spoiler: pemanasannya lumayan nguras juga, tapi it's giving different energy dari Rinjani.
Jadi sebelum drama Kerinci yang udah gw ceritain sebelumnya, ada satu chapter yang hampir gw skip — pendakian Gunung Sumbing via Garung. Ini adalah momen di mana Mamad, dengan penuh pertimbangan dan tanggung jawab sebagai sahabat sekaligus porter, bilang ke gw: "kamu harus latihan dulu sebelum Kerinci."
Dan "latihan dulu" versi Mamad itu artinya: naik gunung 3.371 mdpl. Wonosobo. Via jalur paling populer di Jawa Tengah. Gw manut aja karena gw percaya dia. Atau mungkin karena gw belum sepenuhnya sadar konsekuensinya. Probably both.
Tim kecil dengan energy yang besar
Trip kali ini formasi-nya lebih kecil dari Rinjani. Ada Mamad yang sudah jelas posisinya sebagai backbone operasional sekaligus teman curhat paksa di trek. Dan dua orang yang akhirnya jadi teman setenda gw: Stella dan Poppy.
Stella sampai sekarang masih jadi salah satu sahabat gw di dunia per-gunung-an. Orang yang kalau diajak mendaki, langsung oke tanpa drama berlebihan. Poppy? Gw nggak tau dia sekarang ada di mana. Semoga baik-baik aja. Kalau kamu baca ini, hi Poppy.
Jalur Garung — ini overview singkatnya
Buat yang belum tau, Gunung Sumbing via Garung ini jalur paling klasik dan paling populer buat naik Sumbing. Basecampnya di Desa Garung, Wonosobo — gampang diakses, fasilitas lumayan, dan ada ojek yang siap nemenin kamu dari basecamp ke Pos 1 kalau kamu mau hemat tenaga di awal (which, obviously, gw manfaatkan).
Gw lumayan oke — kata Mamad, bukan kata gw
Nah ini bagian yang paling bikin gw surprised. Di Sumbing ini, gw apparently perform jauh lebih baik dari Rinjani. Masih lambat? Iya. Masih ngos-ngosan? Of course. Tapi dibanding episode Rinjani yang penuh kesengsaraan, di Sumbing gw ngerasa lebih dalam control. Mamad sendiri yang bilang — dan ini quote yang gw simpan baik-baik karena jarang keluar dari mulutnya — "kamu lumayan oke, bahkan oke banget dibanding pas Rinjani."
Gw mau nangis terharu. Validasi dari Mamad itu langka. Itu setara sama bintang lima dari Michelin Guide versi pendakian.
Drama tenda berjaring vs pasir vs angin
Okay jadi ini bagian yang paling ikonik dari seluruh trip Sumbing gw. Camp area Sumbing itu tanahnya kering dan berpasir. Berpasir banget. Dan tenda yang gw, Stella, sama Poppy pake waktu itu adalah tenda berjaring — yang artinya ada mesh di dindingnya, yang artinya angin bisa masuk, yang artinya pasir juga bisa masuk dengan sangat bebas dan demokratis.
Ditambah waktu itu anginnya lagi lumayan kenceng. Jadi bayangkan: malam hari, di camp Sumbing, angin kencang, pasir beterbangan, dan tenda kita literally jadi saringan pasir tapi fungsinya terbalik — pasirnya malah masuk ke dalam bukan ke luar.
Pagi hari bangun tidur: muka cemong, sleeping bag ada lapisan tipis pasir, rambut kerasa berat, dan Stella sama Poppy kondisinya nggak jauh beda. Kita bertiga duduk di depan tenda dengan ekspresi yang sama persis — campuran antara mau ketawa dan mau nangis.
Mamad dan fenomena kepopulerannya
Satu hal yang gw discover di trip Sumbing ini — dan ini menghibur sekaligus bikin gw ngerasa receh — adalah ternyata Mamad itu famous. Beneran. Di jalur Garung, banyak yang kenal dia. Porter lain, pendaki yang udah beberapa kali ke Sumbing, orang-orang di basecamp. Namanya disapa dari sana-sini.
Dan Mamad menikmatinya. Fully. Dia nggak malu-malu. Senyum sana, senyum sini, ngobrol sana-sini sambil tetap mastiin gw nggak ketinggalan di belakang. Multitasking selebritis plus babysitter gunung.
Gw jalan di belakangnya sambil mikir: ini orang kalau di gunung level selebritis lokal ya. Dan entah kenapa itu bikin gw proud. Sahabat gw terkenal. Even kalo dia pernah ghibahin gw ke porter lain.
Sumbing via Garung — verdict dari gw
Jujur? Sumbing via Garung itu salah satu gunung yang paling gw suka. Trek-nya challenging tapi manageable, pemandangannya worth it banget — view Sindoro dari sini itu literally stunning — dan vibe pendaki di jalur ini enak. Nggak terlalu ramai, nggak terlalu sepi.
Sayang memang waktu itu anginnya lagi kenceng dan camp-nya berpasir. Tapi honestly, justru itu yang bikin tripnya memorable. Kalau semuanya sempurna, nggak ada yang diceritain.
Udah pernah ke Sumbing atau lagi planning?
Kalau kamu lagi consider Sumbing via Garung, gw rekomendasiin dengan dua catatan: satu, bawa tenda yang nggak berjaring kalau kamu mau camp di sabana. Dua, persiapkan diri buat ketemu Mamad dan otomatis jadi bagian dari entourage selebritis-nya.
- Pernah ke Sumbing? Via jalur mana dan gimana pengalamannya?
- Ada gunung di Jawa Tengah yang worth masuk wishlist menurut kamu?
- Pernah punya pengalaman drama tenda yang unforgettable?
Cemong tapi bahagia,
Furi

0 comments