Skip to main content

EP.4 MONTANYA "Sumbing via Garung — Latihan Sebelum Kerinci "



Gw disuruh "pemanasan" dulu sebelum Kerinci. Spoiler: pemanasannya lumayan nguras juga, tapi it's giving different energy dari Rinjani.

FU
Furi

Jadi sebelum drama Kerinci yang udah gw ceritain sebelumnya, ada satu chapter yang hampir gw skip — pendakian Gunung Sumbing via Garung. Ini adalah momen di mana Mamad, dengan penuh pertimbangan dan tanggung jawab sebagai sahabat sekaligus porter, bilang ke gw: "kamu harus latihan dulu sebelum Kerinci."

Dan "latihan dulu" versi Mamad itu artinya: naik gunung 3.371 mdpl. Wonosobo. Via jalur paling populer di Jawa Tengah. Gw manut aja karena gw percaya dia. Atau mungkin karena gw belum sepenuhnya sadar konsekuensinya. Probably both.

"Mamad bilang ini latihan. Gw pikir latihan itu kayak jogging pagi. Ternyata latihan versi Mamad itu naik gunung. Noted. Untuk diingat dan tidak diulang lagi — tapi tetep diulang."

Tim kecil dengan energy yang besar

Trip kali ini formasi-nya lebih kecil dari Rinjani. Ada Mamad yang sudah jelas posisinya sebagai backbone operasional sekaligus teman curhat paksa di trek. Dan dua orang yang akhirnya jadi teman setenda gw: Stella dan Poppy.

SQUAD SUMBING
Mamad porter + selebriti gunung
Stella teman setenda, sahabat manjat sampai sekarang
Poppy teman setenda, whereabouts unknown
Furi peserta latihan resmi

Stella sampai sekarang masih jadi salah satu sahabat gw di dunia per-gunung-an. Orang yang kalau diajak mendaki, langsung oke tanpa drama berlebihan. Poppy? Gw nggak tau dia sekarang ada di mana. Semoga baik-baik aja. Kalau kamu baca ini, hi Poppy.

Jalur Garung — ini overview singkatnya

Buat yang belum tau, Gunung Sumbing via Garung ini jalur paling klasik dan paling populer buat naik Sumbing. Basecampnya di Desa Garung, Wonosobo — gampang diakses, fasilitas lumayan, dan ada ojek yang siap nemenin kamu dari basecamp ke Pos 1 kalau kamu mau hemat tenaga di awal (which, obviously, gw manfaatkan).

Basecamp Garung
~1.451 mdpl · titik start
Registrasi, packing ulang, minum kopi dulu biar keliatan siap. Ada ojek ke Pos 1 buat yang mau hemat dengkul di awal — gw termasuk tim ini, tanpa malu.
Pos 1 — Malim / Halim
~45 menit dari basecamp (jalan kaki) · 20 menit naik ojek
Perbatasan ladang tembakau dan hutan pinus. Aesthetik, anginnya segar, view Gunung Sindoro udah mulai keliatan dari sini. Ada warung dan shelter kecil buat rehat.
Pos 2 — Mbaon / Kedung Kong
~1,5–2 jam dari Pos 1
Di sinilah trek mulai serius. Setelah Pos 2, jalur makin terjal dan nggak ada kompromi. Ini batas antara "lumayan santai" dan "oke ini nanjak beneran."
Pos 3
~1,5 jam dari Pos 2 · ada sumber air
Ada sumber air dan toilet sederhana di sini. Kalau naik di musim kemarau, pastiin bawa air cukup karena sumber air bisa kering. Pos ini biasanya jadi titik istirahat panjang sebelum lanjut.
Camp Area / Sabana
area camping favorit para pendaki
Tanah lapang, view terbuka, dan — ini penting buat cerita gw — tanahnya berpasir. Sangat berpasir. Dramanya ada di sini, nanti gw ceritain.
Pos 4
~45 menit dari camp · jalur summit attack dimulai
Trek makin terjal dan berbatu. Ini biasanya dilewati dini hari saat summit attack. Gelap, dingin, dan napas mulai nggak karuan.
Puncak Rajawali — 3.371 mdpl
puncak tertinggi Sumbing · gunung tertinggi kedua di Jawa Tengah
Setelah melewati Puncak Kawah, lanjut ke Puncak Rajawali. View dari sini kalau cuaca cerah: Sindoro di depan, Merbabu, Merapi, dan kalau beruntung Lawu di kejauhan.

Gw lumayan oke — kata Mamad, bukan kata gw

Nah ini bagian yang paling bikin gw surprised. Di Sumbing ini, gw apparently perform jauh lebih baik dari Rinjani. Masih lambat? Iya. Masih ngos-ngosan? Of course. Tapi dibanding episode Rinjani yang penuh kesengsaraan, di Sumbing gw ngerasa lebih dalam control. Mamad sendiri yang bilang — dan ini quote yang gw simpan baik-baik karena jarang keluar dari mulutnya — "kamu lumayan oke, bahkan oke banget dibanding pas Rinjani."

Gw mau nangis terharu. Validasi dari Mamad itu langka. Itu setara sama bintang lima dari Michelin Guide versi pendakian.

"Ternyata progress itu nyata. Dari 'jadi beban maksimal' di Rinjani jadi 'lumayan oke' di Sumbing. Itu bukan kecil. Itu arc karakter yang signifikan — dan gw bangga sama diri sendiri walau baru di level ini."

Drama tenda berjaring vs pasir vs angin

Okay jadi ini bagian yang paling ikonik dari seluruh trip Sumbing gw. Camp area Sumbing itu tanahnya kering dan berpasir. Berpasir banget. Dan tenda yang gw, Stella, sama Poppy pake waktu itu adalah tenda berjaring — yang artinya ada mesh di dindingnya, yang artinya angin bisa masuk, yang artinya pasir juga bisa masuk dengan sangat bebas dan demokratis.

Ditambah waktu itu anginnya lagi lumayan kenceng. Jadi bayangkan: malam hari, di camp Sumbing, angin kencang, pasir beterbangan, dan tenda kita literally jadi saringan pasir tapi fungsinya terbalik — pasirnya malah masuk ke dalam bukan ke luar.

Pagi hari bangun tidur: muka cemong, sleeping bag ada lapisan tipis pasir, rambut kerasa berat, dan Stella sama Poppy kondisinya nggak jauh beda. Kita bertiga duduk di depan tenda dengan ekspresi yang sama persis — campuran antara mau ketawa dan mau nangis.

"Tidur di tenda berjaring di tanah berpasir dengan angin kenceng itu... character building. Bangun pagi dengan muka cemong dan pasir di mana-mana, tapi somehow itu jadi salah satu momen paling wholesome dari seluruh trip ini."

Mamad dan fenomena kepopulerannya

Satu hal yang gw discover di trip Sumbing ini — dan ini menghibur sekaligus bikin gw ngerasa receh — adalah ternyata Mamad itu famous. Beneran. Di jalur Garung, banyak yang kenal dia. Porter lain, pendaki yang udah beberapa kali ke Sumbing, orang-orang di basecamp. Namanya disapa dari sana-sini.

Dan Mamad menikmatinya. Fully. Dia nggak malu-malu. Senyum sana, senyum sini, ngobrol sana-sini sambil tetap mastiin gw nggak ketinggalan di belakang. Multitasking selebritis plus babysitter gunung.

Gw jalan di belakangnya sambil mikir: ini orang kalau di gunung level selebritis lokal ya. Dan entah kenapa itu bikin gw proud. Sahabat gw terkenal. Even kalo dia pernah ghibahin gw ke porter lain.

Sumbing via Garung — verdict dari gw

Jujur? Sumbing via Garung itu salah satu gunung yang paling gw suka. Trek-nya challenging tapi manageable, pemandangannya worth it banget — view Sindoro dari sini itu literally stunning — dan vibe pendaki di jalur ini enak. Nggak terlalu ramai, nggak terlalu sepi.

Sayang memang waktu itu anginnya lagi kenceng dan camp-nya berpasir. Tapi honestly, justru itu yang bikin tripnya memorable. Kalau semuanya sempurna, nggak ada yang diceritain.

3.371 mdpl
Garung, Wonosobo
Angin kencang
Tanah berpasir
Recommended
Mamad approved

Udah pernah ke Sumbing atau lagi planning?

Kalau kamu lagi consider Sumbing via Garung, gw rekomendasiin dengan dua catatan: satu, bawa tenda yang nggak berjaring kalau kamu mau camp di sabana. Dua, persiapkan diri buat ketemu Mamad dan otomatis jadi bagian dari entourage selebritis-nya.

  • Pernah ke Sumbing? Via jalur mana dan gimana pengalamannya?
  • Ada gunung di Jawa Tengah yang worth masuk wishlist menurut kamu?
  • Pernah punya pengalaman drama tenda yang unforgettable?
Sampai cerita berikutnya — dan kalau Stella lagi baca ini, thanks udah setenda sama gw malam itu. You're a real one.

Cemong tapi bahagia,
Furi

Comments

Popular posts from this blog

EP.1TIPS "Apakah Double Cleansing Itu Penting?"

  🫧 Apakah Double Cleansing Itu Penting? (Atau cuma trik biar kita beli dua sabun sekaligus?) Hai gengs skincare-an dan calon-calon kulit glowing alami~ Pernah nggak sih liat orang di TikTok atau Instagram yang bilang: “Kunci kulit bersih tuh  double cleansing, bestie! ” Terus lo mikir, “Lah… double cleansing apaan lagi? Satu aja udah mager, ini disuruh dua kali cuci muka?” 😭 Tenang, tenang. Mari kita bahas dengan kepala (dan pori-pori) yang dingin. 💄 Jadi, Apa Itu Double Cleansing? Double cleansing itu artinya  cuci muka dua kali , tapi bukan pakai sabun yang sama dua kali ya. Langkahnya kayak gini: First Cleanse:  pakai  oil cleanser  atau  micellar water  buat ngangkat makeup, sunscreen, dan kotoran berbasis minyak. Second Cleanse:  baru deh pakai  facial wash  atau  foam cleanser  buat bersihin sisa kotoran yang berbasis air. Logikanya simpel banget: Kotoran berbasis minyak → hilangnya pakai minyak. Kotoran berbasis...

Jerawat oh jerawat

Perjalanan Gw Melawan Jerawat Hello epribadih! Di sini gw mau share pengalaman pribadi tentang  jerawat . Jujur, alasan gw nulis ini karena udah  lelah banget  baca artikel-artikel yang isinya cuma ngomongin bahan alami “katanya bisa blablabla”, atau malah ujung-ujungnya jualan produk nggak jelas. Ini murni  pengalaman pribadi gw sendiri , tanpa sponsor, tanpa jualan. Awalnya, muka gw baik-baik aja — bahkan bisa dibilang keren lah ya 😎 Kalau jerawatan pun cuma satu dua, gw pencet, langsung hilang tanpa bekas. Kadang gw mikir, “wah jangan-jangan gw beda dari manusia normal wkwkwkw” (jangan baper, bercanda ya). Tapi serius, kulit gw dulu mulus banget, meskipun sawo matang dan jelas bukan putih — tapi ya lumayanlah buat ukuran muka. Hingga suatu hari, negara api menyerang 🔥 Muka gw hancur lebur. Awalnya cuma muncul bintik-bintik kecil kayak komedo, tapi karena gw sering  garuk dan pencet , malah ninggalin  bekas hitam-hitam  di muka. Foto ini diambil se...

Hai, Nama Aku Furi and Honestly, My Life is a Lot

  Halo! Welcome to my little corner of the internet — yang sejujurnya baru aku bikin karena ngerasa butuh tempat. Bukan tempat makan (walaupun itu juga super penting buat aku), tapi tempat buat cerita. Karena kalau diceritain ke orang, kadang yang ada malah jadi bahan gosip. Kalau disimpen sendiri, ya numpuk. Jadi nulis aja sekalian, right? Nama aku Furi.  Perempuan biasa yang hidupnya kalau diliat dari luar kelihatan chill. Tapi actually? Kepala aku itu penuh banget. Penuh keinginan, penuh rencana, dan somehow juga penuh masalah yang mostly aku bikin sendiri. Banyak keinginan = banyak drama (and I own that) Aku ini orangnya pengen banyak hal. Mau staycation di sini, mau nyobain resto baru itu, mau belajar hal ini, mau beli itu — tapi dompet dan waktu sering kali have their own agenda. Dan dari situlah lahir berbagai episode kecil dalam hidup aku yang kelihatannya sepele tapi cukup bikin pusing sendiri. "I'm not a problem solver. I'm literally the source of the problem. Ta...