Skip to main content

Posts

Showing posts from May, 2026

Langit yang Tak Pernah Menjadi Rumah

SEBUAH ANALOGI PERJALANAN & MIMPI YANG TAK BERLABUH Ada pesawat yang terbang bukan karena ia tahu ke mana perginya, melainkan karena ia terlalu takut untuk diam di tanah yang sepi. Bayangkan sebuah pesawat kecil. Ia lahir di landasan yang sudah sunyi sejak lama — tidak ada lampu sorot yang menyambutnya mendarat, tidak ada tangan yang melambaikan bendera ketika ia lepas landas. Kedua mesinnya menyala sendiri. Rodanya menggelinding sendiri. Ia belajar terbang sendiri. Begitulah Riri ,seorang perempuan muda yang kehilangan kedua orangtuanya terlalu dini. Langit m enjadi rumahnya bukan karena ia memilih, tetapi karena rumah yang sesungguhnya sudah lama runtuh. Ia terbang terus, mengisi tangki bahan bakarnya dengan kenangan yang makin pudar, dan berharap di suatu ketinggian nanti, ada sinyal yang menuntunnya pulang. Lalu datanglah Raka ,elaki yang pesawatnya berbeda. Pesawatnya besar, hangat, dengan kokpit yang selalu ramai. Di sana ada seorang ibu yang selalu menyiapkan bekal sebelum p...

EP.2 SKINCARE "The Holy Trinity of Face Wash: Betadine Merah, Cetaphil & L'Oréal Pink"

  SKINCARE · FACE WASH REVIEW The Holy Trinity of Face Wash: Betadine Merah, Cetaphil & L'Oréal Pink Punya tiga sabun cuci muka dengan fungsi yang beda-beda itu bukan aneh — itu smart. Ini full breakdown kenapa. Wait, tiga sabun sekaligus? That's actually genius. Oke jadi mungkin kamu pernah dapet judge karena punya multiple face wash di kamar mandi. Tapi hear me out — kulit wajah itu bukan sesuatu yang static. Dia berubah setiap hari, tergantung cuaca, stress, hormon, tidur kamu semalam, bahkan makanan kamu kemarin. Masuk akal dong kalau cleansing step — which is literally the foundation of any skincare routine — juga disesuaikan sama kondisi kulit hari itu? Dan ini yang bikin pendekatan "rotate based on skin's mood" itu legitimately makes sense secara skincare science. Cleansing yang tepat = active ingredients yang kamu pakai afterward bisa absorb lebih baik. Wrong cleanser di hari yang salah? Sia-sia deh serum 300 ribumu. Betadine Facial Wash si merah antis...

EP.3 MONTANYA "Tenda terbang, jadi saksi"

  Tenda terbang, jadi saksi Gunung Gede, Jabar Berdua Gigi Misi patah hati Okay, jadi — ini bukan pendakian biasa. Ini  friendmoon . Honeymoon versi persahabatan. Dan kalau lo nanya kenapa kita milih naik gunung buat ngejalanin misi healing, jawabannya simpel: sometimes lo nggak butuh waktu, lo butuh ketinggian. Dan buat pertama kalinya dalam hidup, gue naik gunung  tanpa Mamad . Selama ini doi yang handle semua — itinerary, tenda, nyetir, logistik. Kali ini? Semuanya gue. Dan honestly? Gue baru ngerti seberapa besar effort-nya jadi Mamad. Respect level naik drastis, bro. Soal si Gigi:  Sahabat gue yang lagi dalam proses move on dari si Rido. Misi kali ini clear banget — temenin dia, kasih dia experience baru, dan kenalin dia ke dunia per-gunung-an. Spoiler alert: misinya sukses total. Kita sama-sama anak belanja, so obviously... Satu hal yang makin bikin kita bonding adalah fakta bahwa nature kita literally sama —  belanja dulu, pikir nanti . Gue beli semua per...

EP.1 SKINCARE REVIEW "LRP Cicaplast B5 vs Embryolisse Lait-Crème: Mana yang Worth It for You?"

SKINCARE BATTLE · REVIEW LRP Cicaplast B5 vs Embryolisse Lait-Crème: Mana yang Worth It for You? Two iconic moisturizers, two very different vibes — let's settle this, bestie. ✨ Wait, kenapa dua ini di-compare? Okay jadi ceritanya, dua produk ini sering banget muncul di skincare radar, especially kalau kamu lagi cari moisturizer yang bisa kerja keras tapi tetap  aesthetic . Yang satu dari La Roche-Posay — brand dermat-approved dari Prancis yang udah super legendary — satunya lagi Embryolisse, cult product-nya para makeup artist Paris yang kalo kamu scroll TikTok pasti pernah liat. Both are French, both are beloved, tapi honestly? Mereka itu different universe. Let's break it down. Quick look: the contenders 🥊 LA ROCHE-POSAY Cicaplast Baume B5 ✓ Ultra-rich, tekstur tebal ✓ Hydration level: chef's kiss ✓ Best untuk barrier repair ✗ Berat, bukan untuk daily makeup ✗ Di kulit tertentu bisa "longsor" EMBRYOLISSE Lait-Crème Concentré ✓ Lightweight, fast-absorbing ✓ Per...

EP.1 LIFE "2026 dan Segala Kekacauannya — Tapi Gw Masih di Sini"

  Udah Mei. Katanya mau better. Kenyataannya? Ya gitu deh. Okay. Gw mau nulis sesuatu yang agak beda hari ini. Nggak ada gunung, nggak ada jerawat, nggak ada road trip. Hari ini gw cuma mau duduk, nulis, dan jujur. Jadi begini — 2025 itu buat gw adalah tahun yang, kalau bisa digambar, bentuknya kayak kapal yang nyaris karam. Banyak keputusan yang gw ambil dan gw sendiri nggak ngerti kenapa gw ambil itu. Banyak hal yang gw rusak sendiri. Dan gw masuk 2026 dengan harapan gede —  okay, fresh start, this year will be different. Udah Mei. Dan honestly? Belum banyak yang berubah secara signifikan. Tapi gw masih di sini, masih nulis, dan kayaknya itu sendiri udah worth diceritain. "2025 gw hancurin sendiri. 2026 gw harap bisa perbaiki. Tapi healing nggak punya jadwal — dan gw lagi belajar buat damai sama itu." Papa pergi Ini bagian yang paling susah gw tulis. Dan gw mau tulis ini bukan buat minta simpati — tapi karena somehow nulis itu bikin gw ngerasa less alone. Papa pergi di 2025...

EP.2 MONTANYA "Dari Rinjani Langsung Kerinci — Siapa yang Izinin?"

  Belum kapok, belum kurus, belum rajin olahraga. Tapi tetap berangkat. Hebat, kan? *ketawa jahat* Habis dari Rinjani, badan masih protes, kulit masih gosong, dan Mamad kayaknya masih trauma. Kira-kira apa yang dilakukan orang waras di situasi itu? Istirahat. Evaluasi diri. Mulai olahraga. Yang aku lakukan? Daftar naik Kerinci. Gunung Kerinci. 3.805 mdpl. Gunung berapi tertinggi di Sumatera. Dan aku, perempuan yang dari Rinjani aja udah bikin satu porter hampir pensiun dini, dengan penuh keyakinan memutuskan ini adalah ide yang bagus.  Hebat, kan?  *ketawa jahat* "Lesson learned dari Rinjani: nggak ada. Zero. Aku literally nggak belajar apa-apa kecuali bahwa ternyata aku bisa survive. Dan somehow itu cukup buat aku bilang, okay next." Squad Kerinci — kenalan dulu Kali ini aku nggak sendirian. Ada Mamad tentu saja — porter sekaligus sahabat sekaligus orang yang entah kenapa masih mau nemenin aku padahal dia tau persis apa yang bakal terjadi. Ada Esta, sahabat aku yang stro...

EP.1 MONTANYA "Jadi Beban di Rinjani dan Nggak Kapok Sama Sekali"

  Jadi begini ceritanya. Suatu hari di bulan Oktober 2023, entah kenapa otak aku memutuskan bahwa ide terbaik yang bisa dilakukan adalah naik gunung. Bukan gunung sembarangan. Bukan gunung yang, you know, ramah pemula. Tapi   Rinjani . Gunung berapi aktif 3.726 mdpl di Lombok. Sendirian. Tanpa persiapan fisik yang berarti. Gimana nggak edan coba. "Olahraga? Nggak pernah. Cardio? What's that? Tapi somehow aku udah booking tiket ke Lombok dan beli carrier sebelum sempat berpikir dua kali." The shopping spree yang lebih melelahkan dari gunung itu sendiri Sebelum berangkat, aku belanja. Dan bukan belanja sedikit. Dari carrier, trekking pole, sleeping bag, rain cover, sampai hal-hal yang aku bahkan nggak tahu kegunaannya waktu itu — semua masuk keranjang. Classic behavior: nggak prepare fisiknya, tapi gear-nya lengkap duluan. Carrier pertama aku adalah TNF Griffin 65L. Gede. Kokoh. Keliatannya serius banget. Dan kalau kamu nanya apakah aku yang bawa carrier itu selama pendakia...