Skip to main content

EP.1 LIFE "2026 dan Segala Kekacauannya — Tapi Gw Masih di Sini"

 


Udah Mei. Katanya mau better. Kenyataannya? Ya gitu deh.

Okay. Gw mau nulis sesuatu yang agak beda hari ini. Nggak ada gunung, nggak ada jerawat, nggak ada road trip. Hari ini gw cuma mau duduk, nulis, dan jujur.

Jadi begini — 2025 itu buat gw adalah tahun yang, kalau bisa digambar, bentuknya kayak kapal yang nyaris karam. Banyak keputusan yang gw ambil dan gw sendiri nggak ngerti kenapa gw ambil itu. Banyak hal yang gw rusak sendiri. Dan gw masuk 2026 dengan harapan gede — okay, fresh start, this year will be different.

Udah Mei. Dan honestly? Belum banyak yang berubah secara signifikan. Tapi gw masih di sini, masih nulis, dan kayaknya itu sendiri udah worth diceritain.

"2025 gw hancurin sendiri. 2026 gw harap bisa perbaiki. Tapi healing nggak punya jadwal — dan gw lagi belajar buat damai sama itu."

Papa pergi

Ini bagian yang paling susah gw tulis. Dan gw mau tulis ini bukan buat minta simpati — tapi karena somehow nulis itu bikin gw ngerasa less alone.

Papa pergi di 2025. Dan yang paling bikin gw struggle bukan cuma kepergiannya — tapi cara gw ngerasainnya. Gw dan papa nggak deket. Beliau bukan sosok ayah yang sempurna. Ada banyak hal di antara kami yang nggak pernah selesai, nggak pernah dibicarain, dan sekarang nggak akan pernah bisa diselesaikan.

Tapi ternyata, even dengan semua itu — kehilangan dia itu nyata. Menyakitkan. Dan gw nggak siap.

"Kadang gw mikir — papain aja jadi bajingan, jadi ayah yang acuh, yang nggak peduli — yang penting masih hidup. Yang penting gw masih bisa liat lu di suatu tempat, di suatu hari. Tapi dia udah pergi. Dan yang tinggal cuma kenangan — yang, ternyata, cukup buat bikin kangen."

Gw belajar sesuatu dari ini: grief itu nggak butuh hubungan yang sempurna supaya bisa terasa nyata. Kamu bisa kehilangan seseorang yang complicated — dan tetap hancur karenanya. Dan itu valid.

Soal orang yang bikin capek hati

Di luar kehilangan papa, ada satu hal lain yang slowly ngurang-ngurangin gw. Dikhianati. Dibohongi. Diacak-acak. Sama orang yang harusnya jadi tempat aman.

Dan yang paling exhausting bukan pengkhianatannya — tapi siklusnya. Dia minta maaf. Gw maafin. Dia berubah sebentar. Terus ngulangin lagi. Gw maafin lagi. Dan seterusnya, sampai gw nggak tau lagi mana yang beneran dan mana yang cuma pattern.

"Memaafkan itu bukan berarti kamu lemah. Tapi terus kembali ke situasi yang sama setelah berkali-kali disakiti — itu bukan kesetiaan. Itu kelelahan yang salah dikira cinta."

Gw kayaknya harus let this go. Pelan-pelan. Dengan cara gw sendiri. Dan gw lagi proses itu sekarang.

Bisnis, cashflow, dan realita yang nggak romantis

Nggak semua yang gw ceritain soal 2025 harus dikemas jadi pelajaran yang indah. Bisnis gw berhenti. Cashflow berantakan. Dan ada periode di mana gw bangun pagi dan genuinely nggak tau hari itu mau gimana.

Gw nggak akan pura-pura ini udah resolved atau udah ada happy ending-nya. Belum. Tapi gw lagi kerja ke arah itu — satu hari dalam satu waktu. Dan somehow, itu cukup buat sekarang.

Pencapaian gw di 2025 — versi jujur

PENCAPAIAN NYATA TAHUN LALU
Tidak mati — dan itu bukan lebay, itu genuinely achievement
Masih waras, meski tipis-tipis
Mulai nulis lagi — dan itu berarti banyak
Masih bisa sayang sama orang-orang yang layak disayangi

Kedengarannya sederhana. Tapi buat gw, di tengah semua yang terjadi di 2025, tetap ada itu bukan hal kecil.

Buat kamu yang lagi ngerasa hal yang sama

Kalau kamu lagi baca ini dan ngerasa relate 

entah itu soal kehilangan, soal pengkhianatan, soal hidup yang rasanya nggak mau jalan sesuai rencana 

gw mau bilang sesuatu yang gw sendiri lagi belajar percaya:

Kamu nggak harus udah healed buat layak dapat hal yang baik. Kamu nggak harus udah "fixed" dulu baru boleh berharap. Dan kamu nggak sendirian — meskipun kadang rasanya kayak gitu.

"gw harap siapapun diluar sana yang lagi merasakan hal yang sama, gw harap lu bisa menemukan kedamaian, bisa memperbaiki semua kesalahan, dikembalikan semua yang hilang."
— Furi

Kalau kamu juga lagi di tengah kekacauan — say hi.

Gw bukan orang yang punya semua jawaban. Tapi kadang yang paling dibutuhin itu bukan solusi ,cukup tau ada yang dengerin. Kolom komentar ada di bawah, dan gw baca semuanya.

  • Ada nggak satu hal yang bikin kamu tetap bertahan di tahun paling berat kamu?
  • Gimana cara kamu "let go" dari sesuatu yang udah terlalu lama kamu pegang?
  • Atau — literally just say hi. That's enough.
Sampai tulisan berikutnya. Dan kalau hari ini berat — it's okay. Besok masih ada.

Dengan hati yang lagi healing,
Furi

Comments

Popular posts from this blog

Jerawat oh jerawat

Perjalanan Gw Melawan Jerawat Hello epribadih! Di sini gw mau share pengalaman pribadi tentang  jerawat . Jujur, alasan gw nulis ini karena udah  lelah banget  baca artikel-artikel yang isinya cuma ngomongin bahan alami “katanya bisa blablabla”, atau malah ujung-ujungnya jualan produk nggak jelas. Ini murni  pengalaman pribadi gw sendiri , tanpa sponsor, tanpa jualan. Awalnya, muka gw baik-baik aja — bahkan bisa dibilang keren lah ya 😎 Kalau jerawatan pun cuma satu dua, gw pencet, langsung hilang tanpa bekas. Kadang gw mikir, “wah jangan-jangan gw beda dari manusia normal wkwkwkw” (jangan baper, bercanda ya). Tapi serius, kulit gw dulu mulus banget, meskipun sawo matang dan jelas bukan putih — tapi ya lumayanlah buat ukuran muka. Hingga suatu hari, negara api menyerang 🔥 Muka gw hancur lebur. Awalnya cuma muncul bintik-bintik kecil kayak komedo, tapi karena gw sering  garuk dan pencet , malah ninggalin  bekas hitam-hitam  di muka. Foto ini diambil se...

EP.1TIPS "Apakah Double Cleansing Itu Penting?"

  🫧 Apakah Double Cleansing Itu Penting? (Atau cuma trik biar kita beli dua sabun sekaligus?) Hai gengs skincare-an dan calon-calon kulit glowing alami~ Pernah nggak sih liat orang di TikTok atau Instagram yang bilang: “Kunci kulit bersih tuh  double cleansing, bestie! ” Terus lo mikir, “Lah… double cleansing apaan lagi? Satu aja udah mager, ini disuruh dua kali cuci muka?” 😭 Tenang, tenang. Mari kita bahas dengan kepala (dan pori-pori) yang dingin. 💄 Jadi, Apa Itu Double Cleansing? Double cleansing itu artinya  cuci muka dua kali , tapi bukan pakai sabun yang sama dua kali ya. Langkahnya kayak gini: First Cleanse:  pakai  oil cleanser  atau  micellar water  buat ngangkat makeup, sunscreen, dan kotoran berbasis minyak. Second Cleanse:  baru deh pakai  facial wash  atau  foam cleanser  buat bersihin sisa kotoran yang berbasis air. Logikanya simpel banget: Kotoran berbasis minyak → hilangnya pakai minyak. Kotoran berbasis...

Hai, Nama Aku Furi and Honestly, My Life is a Lot

  Halo! Welcome to my little corner of the internet — yang sejujurnya baru aku bikin karena ngerasa butuh tempat. Bukan tempat makan (walaupun itu juga super penting buat aku), tapi tempat buat cerita. Karena kalau diceritain ke orang, kadang yang ada malah jadi bahan gosip. Kalau disimpen sendiri, ya numpuk. Jadi nulis aja sekalian, right? Nama aku Furi.  Perempuan biasa yang hidupnya kalau diliat dari luar kelihatan chill. Tapi actually? Kepala aku itu penuh banget. Penuh keinginan, penuh rencana, dan somehow juga penuh masalah yang mostly aku bikin sendiri. Banyak keinginan = banyak drama (and I own that) Aku ini orangnya pengen banyak hal. Mau staycation di sini, mau nyobain resto baru itu, mau belajar hal ini, mau beli itu — tapi dompet dan waktu sering kali have their own agenda. Dan dari situlah lahir berbagai episode kecil dalam hidup aku yang kelihatannya sepele tapi cukup bikin pusing sendiri. "I'm not a problem solver. I'm literally the source of the problem. Ta...