Skip to main content

EP.3 MONTANYA "Tenda terbang, jadi saksi"

 


Tenda terbang,
jadi saksi

Gunung Gede, JabarBerdua GigiMisi patah hati

Okay, jadi — ini bukan pendakian biasa. Ini friendmoon. Honeymoon versi persahabatan. Dan kalau lo nanya kenapa kita milih naik gunung buat ngejalanin misi healing, jawabannya simpel: sometimes lo nggak butuh waktu, lo butuh ketinggian.

Dan buat pertama kalinya dalam hidup, gue naik gunung tanpa Mamad. Selama ini doi yang handle semua — itinerary, tenda, nyetir, logistik. Kali ini? Semuanya gue. Dan honestly? Gue baru ngerti seberapa besar effort-nya jadi Mamad. Respect level naik drastis, bro.

Soal si Gigi: Sahabat gue yang lagi dalam proses move on dari si Rido. Misi kali ini clear banget — temenin dia, kasih dia experience baru, dan kenalin dia ke dunia per-gunung-an. Spoiler alert: misinya sukses total.
Kita sama-sama anak belanja, so obviously...

Satu hal yang makin bikin kita bonding adalah fakta bahwa nature kita literally sama — belanja dulu, pikir nanti. Gue beli semua perlengkapan dari nol, riset sendiri, bikin itinerary sendiri, nyetir sendiri. Gigi? Dia juga all-out borong semua gear baru. Berdua. New gear energy.

Jujur, salah satu temen kita, Abay, sempet nawarin bantuan. Tapi karena ini didedikasiin buat Gigi — buat dia ngerasain bahwa dunia masih okay setelah si Rido — gue bilang no. Ini friendmoon. Just us.

How it went, step by step
  • MALEM HARI — BASE CAMPSampai BC, langsung pasang tenda dengan penuh semangat dan sedikit panik. Dingin, gelap, excited. Combo yang underrated.
  • PAGI, SEKITAR JAM 8 — START NANJAKDan gue nggak nyangka — si Gigi yang keliatan kayak bocah lemes ini ternyata strong banget. Genre-nya bukan lemes, ternyata. Genre-nya diem-diem tangguh.
  • SEPANJANG TREKStop di setiap pos. Foto, makan, ngobrol, ketawa. Ketemu Ray, Roy, dan geng mereka — yang nantinya jadi temen summit kita juga.
  • JAM 5 SORE — ALUN-ALUN SURKENSampai dengan kondisi angin yang honestly cukup ngeri. Tapi kita pasang tenda, dan berhasil. We did it, literally.
  • DINI HARI — SUMMIT TIMEBareng Ray, Roy, dan kawan-kawannya. Dan momen ngeliat Gigi happy di atas sana? That was the whole point. Worth every step.
Plot twist yang nggak ada di itinerary mana pun
CHAOS MOMENT OF THE DAY

Pas turun dari summit, gue nengok ke langit dan ngeliat tenda orange terbang. "Kaya tenda gue," batin gue pelan. Lalu gue sadar — emang itu tenda gue. Terbang beneran. Alhamdulillah, ternyata tetangga tenda kita udah beresin semua barang kita duluan sebelum mereka pergi. Siapapun kalian yang semalaman tendanya juga kena badai di sebelah kita — thank you, you're literally the best.

Sekitar jam 3 sore kita turun sampai bawah. Capek? Jelas. Kotor? Definitely. Tapi ada sesuatu yang beda dari tampang Gigi. Entah itu lega, entah itu bangga, entah itu udah mulai genuinely healing — yang jelas, itu bukan lagi muka orang yang patah hati.

Emang bener kata orang — patah hati bikin orang jadi lebih kuat. Buktinya, pemula yang katanya lemes ini bisa nanjak Gunung Gede di tengah angin badai dan pulang dengan senyum yang nggak dibuat-buat.
"Kata orang, move on itu butuh waktu. Kita? Cukup butuh Gunung Gede, angin badai, dan satu tenda yang memutuskan buat terbang sendiri."
perjalanan yang masih terus berlanjut
#GunungGede#Friendmoon#HikingDiaries#MisiPatahHati#AlunAlunSurkenah#TendaTerbang#HealingVibes

Comments

Popular posts from this blog

EP.1TIPS "Apakah Double Cleansing Itu Penting?"

  🫧 Apakah Double Cleansing Itu Penting? (Atau cuma trik biar kita beli dua sabun sekaligus?) Hai gengs skincare-an dan calon-calon kulit glowing alami~ Pernah nggak sih liat orang di TikTok atau Instagram yang bilang: “Kunci kulit bersih tuh  double cleansing, bestie! ” Terus lo mikir, “Lah… double cleansing apaan lagi? Satu aja udah mager, ini disuruh dua kali cuci muka?” 😭 Tenang, tenang. Mari kita bahas dengan kepala (dan pori-pori) yang dingin. 💄 Jadi, Apa Itu Double Cleansing? Double cleansing itu artinya  cuci muka dua kali , tapi bukan pakai sabun yang sama dua kali ya. Langkahnya kayak gini: First Cleanse:  pakai  oil cleanser  atau  micellar water  buat ngangkat makeup, sunscreen, dan kotoran berbasis minyak. Second Cleanse:  baru deh pakai  facial wash  atau  foam cleanser  buat bersihin sisa kotoran yang berbasis air. Logikanya simpel banget: Kotoran berbasis minyak → hilangnya pakai minyak. Kotoran berbasis...

Jerawat oh jerawat

Perjalanan Gw Melawan Jerawat Hello epribadih! Di sini gw mau share pengalaman pribadi tentang  jerawat . Jujur, alasan gw nulis ini karena udah  lelah banget  baca artikel-artikel yang isinya cuma ngomongin bahan alami “katanya bisa blablabla”, atau malah ujung-ujungnya jualan produk nggak jelas. Ini murni  pengalaman pribadi gw sendiri , tanpa sponsor, tanpa jualan. Awalnya, muka gw baik-baik aja — bahkan bisa dibilang keren lah ya 😎 Kalau jerawatan pun cuma satu dua, gw pencet, langsung hilang tanpa bekas. Kadang gw mikir, “wah jangan-jangan gw beda dari manusia normal wkwkwkw” (jangan baper, bercanda ya). Tapi serius, kulit gw dulu mulus banget, meskipun sawo matang dan jelas bukan putih — tapi ya lumayanlah buat ukuran muka. Hingga suatu hari, negara api menyerang 🔥 Muka gw hancur lebur. Awalnya cuma muncul bintik-bintik kecil kayak komedo, tapi karena gw sering  garuk dan pencet , malah ninggalin  bekas hitam-hitam  di muka. Foto ini diambil se...

Hai, Nama Aku Furi and Honestly, My Life is a Lot

  Halo! Welcome to my little corner of the internet — yang sejujurnya baru aku bikin karena ngerasa butuh tempat. Bukan tempat makan (walaupun itu juga super penting buat aku), tapi tempat buat cerita. Karena kalau diceritain ke orang, kadang yang ada malah jadi bahan gosip. Kalau disimpen sendiri, ya numpuk. Jadi nulis aja sekalian, right? Nama aku Furi.  Perempuan biasa yang hidupnya kalau diliat dari luar kelihatan chill. Tapi actually? Kepala aku itu penuh banget. Penuh keinginan, penuh rencana, dan somehow juga penuh masalah yang mostly aku bikin sendiri. Banyak keinginan = banyak drama (and I own that) Aku ini orangnya pengen banyak hal. Mau staycation di sini, mau nyobain resto baru itu, mau belajar hal ini, mau beli itu — tapi dompet dan waktu sering kali have their own agenda. Dan dari situlah lahir berbagai episode kecil dalam hidup aku yang kelihatannya sepele tapi cukup bikin pusing sendiri. "I'm not a problem solver. I'm literally the source of the problem. Ta...